AMANATRIAU.COM Bantan – Pemerintah Desa Bantan Tengah menggelar diskusi intensif bersama M4CR Kemenhut RI dan DISLHK Provinsi Riau untuk merumuskan solusi pelestarian mangrove sekaligus meningkatkan ekonomi warga pesisir Sungai Liong. Pertemuan berlangsung di ruang Sekretariat Kantor Desa. Sabtu (02/05/26)
Diskusi dibuka Pj Kades Bantan Tengah Oki Farhadinata, SE., MM dan dihadiri oleh Irzal Fakhrozi, S.Hut., M.Si. selaku Kasi Restorasi Gambut DISLHK Riau, Abdul Mutoin selaku Business Coach Supervisor & Market Connection, Ismail selaku Koordinator Lapangan M4CR Bengkalis, Aipda Benardo selaku Bhabinkamtibmas Desa Bantan Tengah, Aiptu Amirudin selaku Ps. Kanit Intelkam Polsek Bantan, Ketua LPHD Desa Bantan Tengah, serta Ketua Dusun Belas.

Dalam sambutannya Pj. Kades Oki Farhadinata menekankan pentingnya sinergi antara perlindungan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Selanjutnya arahan strategis disampaikan Kabid Pengelolaan DAS DISLHK Riau Budi Hidayat, SP., MM., PPIU Manager Riau Muhammad Arif Fakhrurozi, S.Pi., M.Si., dan PPK V M4CR Kemenhut RI Sarjono Budi Subechi, S.E. yang berpesan agar LPHD mengelola program secara bijak dan transparan.
Fokus utama diskusi adalah mengalihkan mata pencaharian warga yang selama ini bergantung pada kayu mangrove. Melalui proposal LPHD ke M4CR dan Dinas Kehutanan, dirumuskan 3 langkah strategis: pengembangan ekowisata mangrove Sungai Liong, pembibitan mangrove untuk rehabilitasi hutan, dan budidaya ikan kakap putih di perairan sekitar mangrove.

Usai diskusi, Pj Kades bersama tim meninjau langsung lokasi Ekowisata Mangrove Sungai Liong. Mereka mengecek sarana yang ada, berdiskusi titik budidaya ikan, serta memantau lokasi potensial untuk Festival Mangrove Kapolda Riau yang rencananya digelar bulan Mei ini. Koordinasi keamanan festival juga dilakukan bersama Polsek Bantan.
