• Sat. Mar 2nd, 2024

Tolong! Rumah Tanpa Listrik Hampir Roboh, Daeng Taurat Harap Bantuan Sarana Kerja

Byadmin

Feb 15, 2023

AMANAT NATUNA – Bertempat tinggal di Jalan Lemis, RT 005 RW 003 Kelurahan Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Daeng Taurat (61 tahun) seorang kepala keluarga kini tengah membutuhkan uluran tangan dari pemerintah maupun donatur tidak mengikat.

Dari pantauan awak media ini, tampak rumah yang ditempati Daeng Taurat bersama istri dan tiga orang anaknya jauh dari kata layak huni. Sebab kondisi rumah hampir roboh dan atap bocor. Selain itu juga tidak ada aliran listrik, sehingga terpaksa menggunakan lampu pelita pada malam harinya.

Bahkan keadaan Daeng Taurat sebagai penyandang disabilitas serta kesulitan ekonomi, dua orang dari anaknya terpaksa putus sekolah.

“Saya sudah menempati rumah ini selama 8 tahun. Sedangkan untuk kondisi seperti ini sudah 6 tahun. Kalau hujan memang hampir tidak bisa berlindung, basah semua. Selain atap, dari dinding rumah pun masuk tempias air hujan,” ungkapnya, Rabu (15/2/2023) malam.

Menurut pengakuan Daeng Taurat, dengan keterbatasan fisik yang ia miliki dalam memenuhi kebutuhan keseharian. Ia dibantu istri dan anak-anak.

“Saya tidak bisa berjalan normal. Kalau jalan menggunakan tongkat. Jadi istri yang bekerja menjadi pemecah batu, dibantu anak-anak juga,” sebutnya.

Meski keterbatasan ruang gerak, Daeng Taurat memiliki niat untuk bisa beraktivitas menangkap ikan di laut. Namun, ia tidak memiliki sarana dan prasarana kerja. Sehingga ia berharap uluran tangan pemerintah untuk memfasilitasi.

“Saya mengharapkan ada bantuan pompong (perahu nelayan lokal). Pompong bekas pun tidak apa. Saya warga disini, harap pak camat dan pak lurah bisa bantu. Belikan lah pompong bekas harga Rp 5 jutaan, kalau harus bayar nyicil nantinya, saya nyicil. Mau beli sendiri saya tidak mampu,” ujarnya.

Kata Daeng Taurat, jika memiliki sarana dan prasarana kerja. Ia akan berupaya mengusahakan untuk penerangan dan perbaikan rumahnya.

“Jarak tiang listrik tidak sampai disini. Lebih kurang jauhnya 150 meter. Kalau ada bantuan pompong, saya bisa bekerja, karena tidak banyak bergerak. Bisa duduk dipompong sambil mancing ikan. Kalau ada rezeki dilautkan bisa beli lampu surya, untuk penerangan rumah dan perbaiki atap,” terangnya.

Kendati demikan, Daeng Taurat juga mengaku bahwa ia sering menerima bantuan sembako dari pemerintah setempat maupun donatur lainnya.
“Untuk bantuan sembako, saya sering terima. Namun saya memang betul-betul mengharapkan bantuan pompong. Supaya saya bisa bekerja. Tolonglah dijenguk, setidaknya pak camat dan pak lurah datang menemui saya, memandang secara langsung kehidupan saya,” tutupnya. (Johan).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *