• Sat. May 2nd, 2026

Amanat Riau

Jujur Amanat dan Terpercaya

Menyalakan Asa di Rumah BUMN: Upaya Kilang Pertamina Dumai Mendorong UMKM Lokal Naik Kelas

Foto : Istimewa

DUMAI — Siang itu, di sebuah ruangan sederhana yang beraroma minyak kayu putih di Jalan Soekarno Hatta. Beberapa perempuan tampak sibuk menata botol sabun cair dan lilin aroma terapi di atas meja kayu panjang. Di pojok ruangan, seorang pemuda memajang hasil batik pesisir bermotif ombak dan burung enggang. Mereka bukan sedang mengisi waktu luang mereka sedang membangun masa depan.

Tempat itu bernama Rumah BUMN Dumai, wadah pembinaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi bagian dari komitmen PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Refinery Unit II Dumai dalam memberdayakan ekonomi masyarakat lokal. Bagi mereka, Rumah BUMN bukan sekadar tempat pelatihan. Ia adalah ruang tumbuh, tempat belajar, berbagi, dan bertumbuh bersama menuju kemandirian.

Membangun Ekosistem Kemandirian

Sejak berdiri, Kilang Pertamina Dumai memandang UMKM sebagai pondasi ekonomi rakyat yang patut diperkuat. Melalui kolaborasi berkelanjutan dengan Rumah BUMN Dumai, perusahaan energi nasional ini menyalurkan dukungannya kepada sekitar 100 pelaku usaha dari berbagai sektor kuliner, kerajinan tangan, hingga produk kreatif khas pesisir Riau.

“Kami ingin UMKM di Dumai naik kelas, bukan hanya bertahan, tetapi mampu tumbuh dengan strategi bisnis yang lebih matang dan berkelanjutan,” ujar Agustiawan, Area Manager Communication, Relations & CSR PT KPI RU II Dumai.

Rumah BUMN Dumai diresmikan pada 29 April 2025 oleh Vice President CSR & SMEPP Management PT Pertamina (Persero), Rudi Ariffianto. Fasilitas ini dilengkapi ruang pelatihan, area promosi, dan layanan pendampingan legalitas usaha seperti sertifikasi halal, Nomor Induk Berusaha (NIB), dan izin edar produk.

Pendampingan ini tak hanya administratif, tetapi juga menjadi cara membangun kepercayaan diri dan profesionalisme para pelaku usaha kecil agar siap bersaing di pasar nasional bahkan global.

“Dengan legalitas dan pelatihan yang tepat, pelaku UMKM bisa lebih percaya diri, dan peluang mereka menembus pasar digital juga semakin besar,” tambah Agustiawan.

Dari Pelatihan ke Transformasi

Salah satu program unggulan yang mendapat sambutan hangat adalah Pertamina UMK Academy 2025, digelar di Rumah BUMN Dumai pada Kamis (25/9). Puluhan peserta tampak serius mengikuti pelatihan tentang strategi bisnis berbasis Business Model Canvas dan komunikasi bisnis efektif.

Di antara mereka, Siti Rahma (31) tampak mencatat setiap penjelasan narasumber dengan cermat. Ia pemilik usaha olahan herbal “Rahma Natural”, yang memproduksi minyak sereh dan sabun alami.

“Dulu saya hanya fokus memproduksi, tapi setelah ikut pelatihan saya belajar pentingnya memahami pasar dan membangun branding,” katanya tersenyum. “Sekarang saya sudah punya label produk sendiri dan sedang mengurus sertifikat halal. Rasanya seperti naik satu tangga lebih tinggi.”

Tak jauh dari meja Siti, Rizal Hidayat (28), pengrajin kayu asal Kelurahan Bukit Datuk, mengaku sempat hampir menutup usahanya di masa pandemi. Namun, lewat Rumah BUMN, ia kembali bersemangat.

“Dulu saya pikir usaha kecil seperti saya tak mungkin berkembang. Tapi dari pelatihan di sini, saya belajar cara menghitung biaya, mengatur keuangan, dan memasarkan produk lewat media sosial. Sekarang, pesanan rak kayu saya malah datang dari luar kota,” ujarnya bangga.

Ruang Promosi, Jembatan Menuju Pasar Lebih Luas

Kilang Pertamina Dumai memahami bahwa pelatihan saja tidak cukup tanpa ruang promosi yang nyata.
Dalam setiap kegiatan internal perusahaan seperti Fun Bike Kilang Dumai dan Dumai Expo, mereka selalu melibatkan UMKM binaan untuk menampilkan produk mereka di stan khusus.

“Kesempatan tampil di pameran itu sangat berharga bagi kami,” kata Rina, pemilik usaha kerajinan batok kelapa. “Produk saya jadi dikenal banyak orang, bahkan ada pesanan dari luar Dumai. Semua itu berawal dari kesempatan yang diberikan Pertamina.”

Pihak perusahaan juga menyediakan ruang promosi permanen di area Rumah BUMN, tempat produk-produk lokal seperti kopi, keripik, dan tenun Dumai dipamerkan setiap hari. Pengunjung yang datang bisa langsung membeli produk sambil mengenal kisah di balik pembuatannya.

“Ini bukan sekadar etalase, tapi jendela bagi masyarakat untuk melihat semangat para pelaku UMKM kita,” jelas Agustiawan.

Dampak Sosial yang Nyata

Program pemberdayaan ini bukan hanya mengubah nasib individu, tapi juga menggerakkan ekonomi di sekitar mereka.

Menurut Lurah Teluk Binjai, Nora Handayani, keberadaan Rumah BUMN telah memberi warna baru di lingkungan masyarakat.

“Dulu banyak ibu rumah tangga yang tidak punya penghasilan tetap, sekarang mereka aktif ikut pelatihan, membuat produk, dan menjualnya sendiri. Mereka jadi lebih percaya diri dan membantu ekonomi keluarga,” ujarnya.

Efek domino mulai terasa. Produk lokal yang dulunya hanya beredar di pasar tradisional kini masuk ke toko oleh-oleh, kafe, hingga pameran provinsi. Beberapa UMKM bahkan telah memasarkan produknya secara online dan mengirim pesanan ke luar Riau.

Dari Dampak Lokal ke Agenda Global

Upaya yang dilakukan Kilang Pertamina Dumai sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan ke-8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta tujuan ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Dalam setiap aktivitasnya, program ini menanamkan nilai bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari jumlah produk yang dijual, tetapi juga dari seberapa banyak kehidupan yang berubah.

“Bagi kami, setiap pelaku UMKM yang berhasil mandiri adalah kisah sukses yang paling berharga,” tutur Agustiawan. “Kami ingin tumbuh bersama masyarakat, bukan di atas mereka.”

Menyalakan Api yang Tak Pernah Padam

Menjelang sore, suara tawa terdengar dari ruang pelatihan Rumah BUMN. Beberapa peserta sedang berlatih membuat konten promosi dengan ponsel sederhana.
Di dinding belakang mereka, terpampang kalimat sederhana: “Bersama Tumbuh, Bersama Kuat.”

Kalimat itu seolah merangkum semangat seluruh perjalanan mereka semangat untuk bertahan, berkembang, dan menyalakan api kecil yang kini mulai menyala terang di kota industri ini.

Melalui Rumah BUMN Dumai, Kilang Pertamina Dumai bukan hanya menghadirkan pelatihan dan bantuan modal, tetapi juga menghadirkan harapan.

Harapan bahwa kemandirian ekonomi bukanlah impian yang jauh, melainkan sesuatu yang bisa diraih dengan kerja keras, kemitraan, dan keberanian untuk terus belajar.

Kini, dari ruang sederhana itu, tumbuh kisah-kisah baru: tentang keberanian perempuan, ketekunan pemuda, dan tangan-tangan yang tak berhenti berkarya demi masa depan yang lebih baik.

Dan di setiap kisah itu, ada jejak tangan Kilang Pertamina Dumai yang setia mendampingi mereka menuju cahaya kemandirian.***

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *